Recent Posts

Jihad Islam: Palestina, Tingkatkan Tangkap Tentara Israel!

22.53 Add Comment


Gerakan Jihad Islam di Beirut meminta kelompok-kelompok muqawama Palestina meningkatkan penangkapan tentara Zionis Israel.

Kantor berita Qodsna mengutip dari situs "Palestine Today" menyebutkan, Haitsam Abu Ghazlan meyakini bahwa satu-satunya jalan untuk membebaskan para tawanan Paletina adalah menahan tentara Zionis lebih banyak lagi".

Pernyataan itu dikemukakannya dalam aksi mogok di depan kantor Palang Merah di Beirut dalam rangka mendukung para tawanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Dalam aksi mogok itu, hadir dan berpidato pula Marhaj Bashara mantan menteri kabinet Lebanon, Marwan Faris anggota parlemen Lebanon, Haaj Ataullah, Ketua Komisi Pembelaan Tahanan Palestina dalam gerakan Hizbullah.

Mereka menekankan perlawanan terhadap segala bentuk kerakusan Zionis serta menilai bahwa satu-satunya cara paling efektif untuk membebaskan tawanan Palestina adalah menahan tentara Zionis yang lebih banyak. IRIB/MZ. [adm/republika]

Netanyahu Ajak Medvedev Perangi Ekstrimis Islam

14.59 Add Comment

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan Presiden Rusia Dmitry Medvedev di Moscow, Kamis (24/3) kemarin. Sebelum pertemuan, keduanya menyempatkan diri berbicara kepada wartawan.

"Itu sebuah kenyataan bahwa kita memiliki pengalaman gempa di Jepang dan Selandia Baru, dan di Timur Tengah dan Afrika utara," ujar Netanyahu. "Mereka telah menjadi banjir, badai pasir, tsunami dan kebakaran. Kita telah menanggulangi kebakaran itu dan saya mengucapkan terima kasih. Anda mengirim pilot dengan cepat. Keberanian mereka patut dicontoh dan profesional. Mereka membuat kesan yang mendalam dan saya ingin sekali dalam kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada Anda dan pemerintah Rusia sekali lagi untuk bantuan segera diberikan kepada kita di saat kita membutuhkan," tuturnya.

"Sekarang, kebakaran lain harus dipadamkan," netanyahu melanjutkan. "Tidak ada satupun diantara kita mengetahui bagaimana bentrokan yang melanda seluruh dunia Arab dan sebagian besar dunia Islam akan berakhir. Saya pikir kita memiliki keinginan yang sama bahwa harus ada pemerintah stabil, progresif dan modern yang bercita-cita untuk perdamaian," tuturnya.

"Israel, Rusia dan seluruh dunia modern harus mencegah pembentukan radikal di sini --mungkin radikal Islam-- rezim yang bisa mengancam perdamaian di wilayah ini, Israel dan Rusia. Satu rezim seperti bercita-cita untuk hasil ini dan itu adalah rezim radikal di Iran, yang tidak hanya mempersenjatai diri dengan senjata nuklir tetapi mengancam menggunakannya untuk melawan kita, dan mengancam untuk menghancurkan tidak hanya perjanjian damai tetapi setiap rezim modern yang muncul. Ia ingin kembali kita ke abad kesembilan. Kami memiliki kepentingan dalam menghentikan sesuatu yang buruk dan memajukan yang baik. Saya akan senang untuk membicarakan dengan Anda bagaimana untuk meningkatkan perdamaian dan keamanan di kawasan kita. Saya ingin membicarakan hal ini dengan Anda," bebernya.

Sementara Medvedev mulai dengan menyatakan belasungkawanya terkait serangan teroris yang pada Rabu kemarin di Yerusalem. "Kami telah secara langsung mengetahui tentang bahaya yang ditimbulkan oleh terorisme," katanya. "Sayangnya, Rusia, juga telah terpukul oleh serangan teroris tahun ini. Yang membuat pertemuan kami hari ini sangat berharga karena hal utama adalah bahwa kita tidak boleh membiarkan teroris percaya bahwa mereka dekat untuk mencapai tujuan keji mereka," tuturnya.

"Kami memiliki banyak hal untuk membahas. Telah lama sejak pertemuan terakhir kami dan banyak peristiwa besar telah terjadi sejak saat itu, terutama di Timur Tengah dan Afrika Utara. Perubahan terjadi di sana benar-benar tektonik dan tidak bisa tidak mempengaruhi keseluruhan situasi, yang kita harus mendiskusikan sebagai mitra," tandas Medvedev. [adm/republika]

Pejuang Asy-Syabaab Bentrok dengan Pasukan Pemerintah, 60 Orang Tewas

01.12 Add Comment


Bentrokan antara tentara pemerintah yang didukung oleh pasukan Uni Afrika dan pejuang Asy-Syabaab telah menyebabkan lebih dari 60 orang tewas di Somalia selatan.

Setidaknya 62 tentara Somalia tewas pada hari Senin kemarin (14/3) setelah pertempuran sengit pecah antara pejuang Asy-Syabaab dan pasukan pemerintah transisi di kota Belet-hawo di wilayah Gedo. Sekitar 33 orang lainnya juga terluka dalam pertempuran itu, seorang koresponden Press TV di Mogadishu melaporkan pada hari Selasa ini (15/3).

Selain itu, puluhan pejuang Asy-Syabaab tewas dan terluka dalam pertempuran berdarah tersebut, laporan itu menambahkan.

Pejuang Asy-Syabaab kini menguasai kota perbatasan di Somalia selatan. Mereka merebut kembali Belet-hawo beberapa hari setelah pasukan pemerintah Somalia menguasai kota itu.

Somalia tidak memiliki pemerintahan yang berfungsi sejak tahun 1991 ketika panglima perang menggulingkan mantan diktator Muhamamd Siad Barre.

Pemerintah Somalia telah berjuang selama bertahun-tahun untuk memulihkan keamanan, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasi. Hampir satu juta orang telah meninggal setelah bertahun-tahun pertempuran antara panglima perang yang saling bersaing dan juga disebabkan ketidakmampuan negara untuk mengatasi kelaparan dan penyakit. [adm/eramuslim]

Demonstran Kuasai 2 Kota di Yaman

00.38 Add Comment




AL-JAWF 
- Pendemo anti-pemerintah yang terus meningkat di Yaman, telah mengambil alih kontrol atas dua kota utama di utara dan timur negeri.

Pendemo dilaporkan mengambil alih Al-Jawf yang berbatasan dengan Arab Saudi di wilayah timurlaut pada Senin (14/3/2011). Tiga tentara pemerintah tewas dalam bentrokan.

Pendemo juga mengambil alih kontrol Marib, di mana beberapa lokasi gas dan minyak dijalankan oleh perusahaan internasional.

Sebelumnya dilaporkan gubernur Marib, Ahmed Naji al-Zaidi telah diserang dan mengalami luka selama protes anti-pemerintah di luar markas pemerintah di provinsi tersebut. Ia masih mendapatkan perawatan di Sana'a.

Sementara itu, salah satu federasi kesukuan terbesar Yaman, Baqil, bergabung dengan pendemo di ibukota.

Dua pejabat tinggi juga bergabung dengan pendemo.

Hal ini datang disaat polisi Yaman melakukan tindak kekerasan dalam upaya menekan pendemo. Tentara keamanan mengelilingi kamp pendemo di Sana'a.

Sedikitnya 40 orang terluka di ibukota setelah polisi melepaskan tembakan ke arah pendemo kemarin.

Pendemo menyerukan mundurnya Presiden Ali Abdullah Saleh setelah tiga dekade lebih berkuasa di Yaman. [adm/arrahmah]