Minggu, Februari 1

Tentara Bayaran AS Blackwater Mulai Tinggalkan Iraq

Blackwater Worldwide, tentara elit bayaran Amerika yang "disewa" ke Iraq mulai ditarik. Sebelum ini, banyak warga sipil menjadi sasarannya

Pihak pejabat Amerika mengatakan, pasukan Blackwater akan meninggalkan Baghdad dalam masa 72 jam selepas operasinya diakhiri. Bagaimanapun, pendiri Blackwater, Erik Prince mengatakan, sementara perusahaan yang berpangkalan di Carolina Utara itu turut kehilangan kontrak dengan Washington, tindakan meninggalkan Iraq hanya akan menggugat keselamatan diplomat sejak peperangan menjatuhkan regim Saddam Hussein.

"Kami sudah tidak mendapat komunikasi resmi dari pemerintah Iraq atau pelanggan kami atas status kontrak itu atau masa depan kerja kami di Iraq," ujar Erik Prince.

Erik Prince, adalah bekas perwira yang dianggap memiliki kari bersinar di Navy SEAL yang berhenti ditengah jalan karena kematian ayahnya.

Perusahaan Blackwater diduga sudah menerima bayaran sebesar $1,3 milyar dasawarsa ini. Kebanyakan merupakan hasil lewat kontrak jasa keamanan di Iraq. Namun perusahaan jasa keamaman ini menghadapi setelah kasus yang menewaskan penduduk sipil Iraq dan kasus memungut bayaran terlalu tinggi dari pemerintah Amerika.

Saksi seorang pegawai Iraq pernah mengatakan, kejadian tembak menembak pada September 2007 di Dataran Nisoor Baghdad ikut melibatkan pasukan elit bayaran dan menewaskan 17 warga sipil Iraq tak berdosa.

Bagaimanapun, kejadian ini ikut memperkeruh hubungan antara Washington dan Baghdad sehingga menyebabkan semakin merebaknya perasaan anti Amerika di Iraq.

Sampai saat ini, sudah lima bekas pengawal Blackwater mengaku bersalah. [adm/hidayatullah]

Tidak ada komentar: