Selasa, Maret 3

Militer Israel Dihantui Kemiskinan

ImageSetelah Israel menghabur-haburkan kekayaannya untuk melakukan agresi militernya ke Palestina, negara itu pun dirudung krisis yang sangat dahsyat hingga kini, terlebih krisis global sekarang ini sedang melanda dunia. Dampak dari krisis di Israel, penduduknya pun banyak yang jatuh menjadi miskin. Tak hanya warga biasa saja yang menjadi miskin, tapi kemiskinan juga sekarang merudung para tentara Israel. Bahkan, kemiskinan seolah menjadi momok bagi mereka. Hal itu berdasarkan data resmi dari Israel, sebagaimana diberitakan oleh situs Islammemo, Selasa (3/3).

Data resmi itu disampaikan oleh Divisi Tenaga Kerja Militer Israel. Dalam data itu dijelaskan, jumlah para tentara Israel yang mengundurkan diri lantaran ingin bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya kini semakin meningkat. Selain itu, jumlah para tentara Israel yang mendapat santunan dari pemerintah untuk mencukupi perekonomian keluarganya juga semakin meningkat. Peningkatan ini diduga kuat ada hubungannya dengan krisis yang dialami Israel, sebagaimana yang diungkapkan oleh harian berbahasa Ibrani, Ma'arif, Senin (2/3).

Selain itu, angka perizinan pada hari libur di divisi kemiliteran juga semakin meningkat. Menurut divisi itu, peningkatan jumlah perizinan pada tahun 2009 ini angkanya sangat besar dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Para anggota militer memanfaatkan waktu libur mereka untuk membantu keluarganya dan fakta ini diakui oleh mereka.

"Mengingat krisis yang terus menerpa keluargaku, saya terpaksa bekerja menjadi nelayan ketika hari libur. Saya lebih suka membantu keluargaku daripada mengabdi menjadi tentara," tutur salah seorang tentara Israel dari divisi Corps of Engineers sebagaimana dikutip oleh harian Ma'arif.

Akibat kemiskinan yang terus menghantui para tentara Israel itu, tak sedikit warga Israel yang enggan menjadi militer. Mayoritas diantara mereka lebih suka bekerja di perusahaan-perusahaan atau pun tempat-tempat lainnya. Hal itu diungkapkan oleh harian Ma'arif yang telah melakukan penelitian di Israel.

Penelitian itu dilakukan terhadap para pemuda dan pemudi Israel. Dalam penelitian itu menunjukkan, 25,8% diantara mereka enggan untuk menjadi tentara. Angka ini meningkat tajam. Pada tahun 1991, para pemuda dan pemudi Israel yang enggan menjadi tentara hanya 18,32%. [adm/alislamu]

Tidak ada komentar: