Minggu, Mei 17

Serangan Israel Terhadap Iran Sangat Mustahil!

AUSTRIA - Jendral Agensi Energi atom Internasional (AEAI) menyatakan bahwa jika Israel menyatakan perang terhadap Iran maka itu merupakan sesuatu yang ‘sangat tidak masuk akal’.

Kepala pengawasan nuklir PBB Muhamed El Baradei menyarankan para petinggi di Tel Aviv untuk mencoba menahan diri dan membiarkan berlasungnya pendekatan diplomasi Obama dan Gedung Putih pada masalah nuklir Iran.

Komentar El Baradai yang dilakukan dalam wawancara bersama Der Spiegel yang dirilis pada hari Sabtu menyatakan bahwa Israel sedang meningkatkan persiapan penyerangan militer darat terhadap Republik Islam.

Tel Aviv bersama dunia Barat menuding Tehran melakukan langkah-langkah pengembangan senjata atom dengan tenaga nuklir.

Hal ini bertentangan dengan republik Islam yang telah beberapa kali menyatakan bahwa pengembangan tenaga nuklir yang mereka lakukan tidak menyimpang dari tujuan utamanya; yaitu meningkatkan produksi listrik yang dibutuhkan oleh negaranya.

Kepala AEAI menyatakan bahwa segala serangan militer terhadap Iran “akan menjadikan negara tersebut seperti satu bola api yang besar” ,. Menurut ElBaradei, hal ini merupakan peringatan terhadap Tel Aviv bahwa tindakan tersebut “tidak dapat mengandalkan dukungan dari seluruh Republik Islam.”

Komandan Militer Angkatan darat Iran, Ahmad Reza Pourdastan, pada bulan April telah memperingatkan para penyerang tentang jawaban yang menyangkut penyerangan militer. Menurutnya, “Reaksi publik negara Islam terhadap setiap agresi militer akan sangat keras dan jauh lebih besar dari tindakan awal agresi tersebut” .

Israel yang baru-baru ini menerima peringatan keras karena telah mengejutkan AS dengan serangan militer terhadap Iran dilaporkan melakukan latihan militer baru untuk mempersiapkan peranga terhadap militer asing yang menggunakan pesawat tempur MiG-29 Fulcurm, sebuah kategori dimana iran juga termasuk di dalamnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Ynet, Menteri Perhubungan Israeil, Yisrael Katz, menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel yang akan bertemu dengan Presiden Barrack Obama pada hari Senin bertujuan untuk berbicara kepada Washington untuk mengubah kebijakan Timur Tengah mereka demi kebaikan Tel Aviv.

Amerika Serikat, sekutu terdekat Israel, telah berhasil menggunakan pengaruhnya di Dewan Keamanan PBB untuk memeberikan tiga sanksi terhadap Iran, dengan alasan bahwa iran menambahkan tingkat uranium dalam persenjataan, padahal pengawas nuklir PBB menyatakan bahwa Iran hanya berhasil meningkatkan uranium-235 ke level yang kurang dari 5 persen. Padahal, pada kenyataannya, uranium yang merupakan bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, baru dapat digunakan untuk tujuan militer jika level peningkatannya diatas 90 persen. [adm/suaramedia]

Tidak ada komentar: