Minggu, Februari 14

Aksi Perusakan Masjid Terjadi Lagi di Amerika Serikat


Sebuah serangan dan aksi vandalisme kembali terjadi di sebuah masjid di daerah Nashville, Tennessee, AS. Peristiwa tersebut dengan cepat mendorong para pemimpin dari berbagai agama bergandengan tangan untuk memerangi kebencian terhadap agama dan tindakan rasial di negara bagian tenggara Amerika.

"Sebagai orang Yahudi, kami telah mengalami serangan serupa di rumah-rumah ibadat dan lembaga-lembaga kami selama bertahun tahun dan dapat berempati dengan penderitaan ini" kata Steve Edelstein, direktur eksekutif Federasi Yahudi, menulis dalam sebuah surat kepada para pemimpin Muslim dan dikutip oleh The Tennesse.

Para pemimpin Kristen juga menyatakan solidaritas mereka terhadap umat Islam, salah satunya adalah pendeta James "Tex" Thomas Jefferson dari Gereja Baptis yang berencana mengunjungi masjid hari Sabtu. [adm/muslimdaily]

Al-Farooq, Masjid yang terletak di Fourth Avenue, Nashville, Tennessee selatan tersebut dirusak oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab pada hari Rabu lalu. Insiden tersebut adalah kali pertama sejak masjid tersebut didirikan pada tahun 2003.

Para penyerang menyemprotkan tulisan-tulisan provokatif dan beberapa lambang salib merah di tembok masjid. Sebuah sumpah serapah dan kebencian juga mereka tuliskan di tembok tersebut yang menyatakan bahwa agama Islam adalah musuh karena berusaha menghancurkan AS dan Israel.

Polisi setempat masih menyelidiki adanya kemungkinan kejahatan rasial dalam serangan tersebut.

Pada tahun 2008, sebuah insiden penyerangan pernah terjadi di salah satu masjid di Columbia, sekitar 40 mil selatan Nashville. Masjid tersebut dibakar oleh beberapa orang yang akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara.

Serangan tersebut membuat umat Islam Nashville bertindak. Mereka mulai mendiskusikan toleransi beragama di dalam Islam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hakekat Islam. Mereka mengadakan sebuah forum khusus yang berisi presentasi tentang hakekat Islam dan diskusi panel.

"Kami ingin orang-orang memahami apa yang kita percaya," kata Rashed Fakhruddin, anggota dewan Islamic Center di Nashville.

Survei terbaru dari Pew Research Center, AS menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika memang tahu sedikit tentang Islam, sehingga setengah dari mereka memiliki pandangan negatif tentang Islam dan kepercayaannya.

Tidak ada komentar: