Senin, Februari 15

Demo "Avatar" Menentang Tembok Apartheid Israel


Para aktivis Palestina berdandan serta berpakaian ala Na'vi seperti karakter yang ada di film "Avatar", mereka berbaris di desa Bilin untuk memprotes pembangunan tembok memalukan Israel yang membagi wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Para pengunjuk rasa, mengecat tubuh mereka sendiri dengan warna biru, berpose seperti karakter dari film terkenal "Avatar."

Demo "Avatar" terjadi sehari setelah Israel mulai bekerja membangun kembali bagian dari dinding kontroversial di Tepi Barat lebih dari dua tahun setelah adanya putusan Mahkamah Agung.

Para demonstran juga mengenakan rambut panjang palsu dan kain kafiyeh yang dililitkan di pinggang untuk memprotes pembangunan kembali tembok pemisah Israel pada hari Ahad kemarin (14/2) di dekat desa Bilin.

Mereka menyamakan perjuangan mereka ke perjuangan intergalaksi - salah satu adegan yang digambarkan dalam film "Avatar".

Dalam keputusannya, pengadilan Israel mengatakan penduduk desa telah melawan diskriminasi dengan mengambil tanah yang tidak sah serta memasang lahan pertanian mereka dengan penghalang sehingga mencegah pembangunan tembok.

Namun, keputusan Israel tersebut tidak sesuai dengan putusan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) di Den Haag tanggal pada tanggal 9 Juli 2004, yang menyatakan bahwa "dinding pemisah Israel harus dihancurkan pada suatu keputusan dan hal itu semua disepakati oleh para hakim dengan margin dari 14 -- 1. "

Desa Bilin telah menjadi simbol dari perjuangan terhadap penentangan pembangunan tembok pemisah Israel.

"Ini merupakan prestasi dan kemenangan bagi perlawanan rakyat, namun ini tidak cukup - 2.300 dunam (575 hektar) telah disita oleh Israel dari wilayah Bilin, dan hanya 750 dunam (188 hektar) yang dapat kembali," kata seorang demonstran Iyad Bornat tentang pembangunan kembali tembok pemisah.

Palestina menyebut tembok penghalang itu sebagai "tembok apartheid" dan melihatnya tidak lebih sebagai upaya Israel merebut tanah warga Palestina serta upaya Israel untuk membantu dan mendukung serta memperluas pemukiman ilegal Israel di Tepi Barat.

Ratusan warga Palestina, warga Israel sendiri, dan aktivis asing telah melakukan demonstrasi yang berujung bentrok, beberapa demonstran terluka dalam bentrokan selama bertahun-tahun dan salah satu pengunjuk rasa Palestina tewas. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: