Minggu, Februari 21

Hamas Ingatkan Barat Agar Tidak Membantu Israel

TEPI BARAT  - Menyusul pembunuhan seorang pejabat tingginya di Dubai, yang diduga kuat dilakukan oleh agen mata-mata Israel, Mossad, Hamas memperingatkan Barat agar tidak membantu rezim Tel Aviv dalam operasi yang melanggar hukum terhadap negara Palestina. Pejabat Hamas, Mahmoud al-Zahar, memperingatkan negara-negara Barat agar tidak mengizinkan agen-agen Israel untuk beroperasi di dalam wilayah mereka.

"Jika Barat mengizinkan musuh Zionis untuk mengubah wilayah mereka menjadi sebuah tempat pembunuhan Muslim Palestina, atau orang-orang kami, kami akan menghadapinya," kata Zahar pada hari Jumat (19/2).

Dalam sambutannya ia mengatakan keterlibatan enam warga Inggris, tiga warga negara Irlandia dan dua warga negara Jerman dan Perancis dalam pembunuhan pejabat Hamas Mahmoud al-Mabhouh, yang dibunuh di kamar hotelnya pada 20 Januari di Dubai.

Kepolisian Dubai mengatakan para tersangka merupakan agen Mossad yang menggunakan dokumen palsu.

Namun Inggris membantah keterlibatan warganya dalam perencanaan pembunuhan.

"Pastinya itu Mossad, tapi MI6 sedang menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi," kata seorang sumber intelijen Inggris.

Seorang anggota intelijen Israel mengklaim sebelumnya bahwa MI6 dan Kantor Urusan Luar Negeri Inggris memberi arahan agar Mossad melakukan operasi luar negerinya dengan menggunakan passport Inggris palsu. Namun Inggris menolak laporan itu dan mengatakannya sebagai "omong kosong". [adm/arrahmah]

Tidak ada komentar: