Minggu, April 11

Afghanistan Kecam Penjegalan Negosiasi Taliban Oleh Pakistan




KABUL  – Para pejabat senior Afghanistan mengkritik Pakistan karena menangkap orang nomor dua Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar. Mereka mengatakan bahwa tindakan tersebut kontraproduktif dan mengacaukan proses pembicaraan damai dengan Taliban.

Menurut keterangan sumber-sumber tersebut, Presiden Afghanistan Hamid karzai berpendapat bahwa gerakan perlawanan di negara tersebut tidak bisa diatasi tanpa ada kesepakatan politik dengan para pemimpin Taliban, dan para pejabat Afghanistan yakin bahwa Pakistan telah merusak upaya perdamaian tersebut dengan sejumlah tokoh gerilyawan di masa lalu.

Sejumlah pejabat Afghanistan mengatakan bahwa penangkapan Baradar dan tokoh-tokoh lainnya telah merusak posisi tawar mereka.

“Dia (Baradar) siap untuk melakukan jirga perdamaian. Setelah ia ditangkap, proses negosiasi dengan Taliban jadi melambat. Kini, (pembicaraan) terhenti,” kata seorang pejabat tinggi Afghanistan yang menolak namanya disebutkan seperti dikutip oleh kantor Berita Washington Post.

Para pejabat senior dalam tubuh militer dan di istana kepresidenan juga menuding Pakistan mendalangi penangkapan Baradar dan tokoh-tokoh lain untuk menghalangi pemimpin Taliban untuk bernegosiasi, tambah surat kabar tersebut.

“Kami semua, komunitas internasional dan pemerintahan Afghanistan, memiliki kebutuhan mendesak untuk mencari cara agar membuat mereka berdamai,” kata Shaida Mohammad Abdali, deputi penasihat keamanan nasional Afghanistan.

Seorang pejabat militer AS di Kabul mengatakan bahwa Pakistan menggunakan penangkapan tokoh Taliban tersebut sebagai “umpan dagang”, dengan tujuan agar mendapatkan tambahan bantuan dana dan militer dan AS.

Namun, para pejabat Pakistan membantah tudingan yang menyebutkan bahwa mereka ingin merusak pembicaraan damai dengan Taliban.

Mereka (Pakistan) bersikeras bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan Taliban Afghanistan. Para pejabat dinas intelijen Pakistan bahkan menyebut tuduhan itu sebagai fitnah.

“Jika pemerintah Afghanistan memang benar berbicara dengan dia (Baradar), lalu mengapa mereka membiarkan dia meninggalkan Afghanistan?” tanya seorang pejabat Pakistan.

“Jika memang dia begitu penting untuk proses perdamaian, dia sendiri seharusnya tetap tinggal di sana (Afghanistan). Jika dia memang amat penting bagi jirga, mengapa Amerika Serikat memberikan informasi yang memungkinkan kami menangkapnya?” tambah pejabat tersebut.

Penangkapan Mullah Abdul Ghani Baradar, orang nomor dua Taliban setelah Mullah Muhammad Omar, memantik lahirnya pertanyaan baru mengenai kesediaan AS untuk mendukung perundingan damai dengan para pemimpin Taliban.

Karzai “merasa amat marah” ketika mendengar bahwa Pakistan menangkap Baradar dengan bantuan intelijen AS, kata salah satu penasihat Karzai. Selain tengah melakukan negosiasi, Baradar juga “telah memberikan lampu hijau” untuk turut berpartisipasi dalam pertemuan damai selama tiga hari yang sedianya dihelat Karzai bulan depan. Penangkapan tersebut merupakan bagian dari penggerebekan yang didukung AS, di mana Pakistan juga menangkap sejumlah tokoh Taliban lainnya di wilayah perbatasan antara kedua negara, setelah bertahun-tahun dituding Washington tidak banyak berbuat untuk menghentikan mereka. [adm/suaramedia]

Tidak ada komentar: