Minggu, April 11

Al-Qaeda Siap “Meriahkan” Piala Dunia AS VS Inggris




ALGIERS  – Gerakan Al-Qaeda cabang Afrika Utara mengancam akan menyerang pergelaran putaran final Piala Dunia yang akan dihelat di Afrika Selatan.

Cabang gerakan Al-Qaeda tersebut mengancam akan menjadikan pertandingan tim nasional Inggris melawan Amerika Serikat sebagai target dalam penyisihan grup Piala Dunia Afrika Selatan bulan Juni mendatang.

Al-Qaeda di Maghrib Islam, sebuah kelompok yang berbasis di Aljazair, mengeluarkan pernyataan yang berisi rencana menggunakan bahan peledak tak terdeteksi dalam pertemuan kedua tim nasional yang dijadwalkan bersua pada tanggal 12 Juni mendatang di Rustenburg

Selain tim nasional AS dan Inggris, kabarnya tim Perancis, Jerman, dan juara bertahan Italia juga masuk dalam daftar target.

“Negara-negara itu (AS dan Inggris) adalah bagian dari kampanye Zionis - prajurit salib melawan Islam,” kata Al-Qaeda dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan dalam majalah jihad online, Mushtaqun Lil Jannah, edisi terbaru.

“Betapa menakjubkannya pertandingan antara Amerika Serikat dan Inggris jika, dalam siaran langsung dengan stadion yang dipenuhi penonton, terjadi ledakan yang mengguncang seluruh stadion.”

FA (Football Association – Persatuan Sepakbola Inggris) tidak memberikan komentar mengenai ancaman tersebut. Badan sepakbola dunia, FIFA, mengatakan tidak ada yang bisa mencegah berlangsungnya Piala Dunia di Afrika Selatan.

“Bukan berarti bahwa karena kami menerima ancaman, maka Piala Dunia dilarang dipertandingkan di Afrika Selatan atau negara lain,” kata Sekretaris Jenderal FIFA, Jérôme Valcke.

“Kami punya kebebasan di dunia, untuk melakukan perayaan seperti yang kami inginkan. Sebagai pengelola organisasi yang membawahi sepakbola dunia, kami tahu bahwa ada ancaman. Kami tidak akan menghentikan pelaksanaan Piala Dunia karena mendapat ancaman.”

Valcke menambahkan: “Kami melakukan pengamanan semampu kami dan kami mencoba menangani ancaman ini di tingkat kementerian dan bekerja sama dengan agen-agen keamanan di seluruh dunia untuk memastikan bahwa tidak ada yang terjadi di Afrika Selatan.”

“Kami bukan hanya bekerja sama dengan negara-negara peserta, namun dengan semua pihak yang bisa membantu menghentikan serangan.”

Bulan Oktober lalu, Afrika Selatan mengumumkan bahwa pasukan keamanannya telah mampu membongkar plot Al-Qaeda untuk melakukan serangan dalam perhelatan Piala Dunia 2010.

Menurut laporan yang dipublikasikan waktu itu, Badan Intelijen Nasional Afrika Selatan, pasukan senior kepolisian dan agen-agen Amerika bergabung dalam melakukan operasi.

Operasi tersebut berujung pada penangkapan sejumlah tersangka yang terkait dengan kelompok di Somalia dan Mozambik yang tengah merencanakan plot untuk meledakkan bom dalam pertandingan. Piala Dunia FIFA akan dimulai pada tanggal 11 Juni mendatang di Johannesburg dengan pertandingan antara tuan rumah Afrika Selatan melawan Meksiko. [adm/suaramedia]

Tidak ada komentar: