Selasa, April 20

AS Kembangkan Pesawat Antariksa Rahasia




Angkatan Udara Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan pesawat ruang angkasa rahasia yang telah memicu spekulasi tentang militerisasi ruang angkasa.

Pentagon telah menetapkan 21 April sebagai tanggal peluncuran pesawat robotik yang dikenal sebagai Kendaraan Uji Orbital (Orbital Test Vehicle/OTV) X-37b, yang merupakan pesawat tak berawak yang mampu digunakan dan dimodifikasi berulangkali yang juga memliki kemampuan daya jelajah yang luas pada misi ruang angkasa di orbit rendah.

Karena sifat proyek yang masih terselubung misteri, analis pertahanan mengatakan bahwa militer AS membangunan generasi pertama 'Predator drone " ruang angkasa yang akan membangun armada ruang angkasa baru, Christian Science Monitor menulis dalam sebuah artikel baru-baru ini.

Ahli militer berpendapat bahwa Kementrian Pertahanan Amerika Serikat tidak akan menyimpan begitu saja proyek mahal NASA X-37b, yang telah ditutup, jika tidak memiliki aplikasi militer.

Mereka mengatakan AS ingin mempertahankan diri sebagai pemeran utama dalam ruang angkasa melalui pengembangan 'senjata ruang angkasa' pada saat negara-negara lain seperti China juga memperluas program antariksa mereka.

Namun, para pejabat militer AS menyatakan bahwa X-37b hanya akan digunakan sebagai kendaraan angkut dan memfasilitasi eksperimen luar angkasa.

OTV tersebut mampu mendukung berbagai jangkauan tes, ungkap juru bicara Angkatan Udara untuk proyek tersebut, mengatakan dalam Simposium antariksa Amerika ke 26.

"Misi pertama akan menekankan pada pembuktikan teknologi yang diperlukan untuk kendaraan ruang angkasa berjangka waktu lama yang dapat digunakan kembali dan kembali otonom serta kemampuan mendarat," tambah Angie Blair.

Lokasi pusat kendali misi untuk kendaraan ruang angkasa buatan Boeing ini juga merupakan rahasia, tapi Blair mengatakan bahwa Air Force Space Command's 3rd Space Experimentation Squadron (AFSPC) akan menjalankan operasi ini nantinya.

X-37B bisa tinggal di orbit antara 200 dan 800 kilometer dalam waktu sekitar 270 hari sebelum mendarat secara otomatis di pangkalan udara Vandenberg di California, sejumlah berita melaporkan.

Analis politik mengatakan bahwa proyek X-37B bisa ditafsirkan sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Antariksa Tahun 1967, jika pesawat ruang angkasa yang digunakan adalah untuk tujuan militer. [adm/muslimdaily]

1 komentar:

abdullah oemar mengatakan...

saya menemukan gangguan pada web hosting anda. lebih baik anda pindah ke hostgator. cek di http://tinyurl.com/h05t1ng