Jumat, April 2

China Inginkan Hubungan Yang Stabil dengan AS

Presiden China Hu Jintao menginginkan hubungan “sehat dan stabil” dengan Amerika Serikat dalam percakapan melalui telepon dengan sejawatnya dari AS Presiden Barack Obama, kata China, Jumat.

Hu membuat pernyataan itu dalam pecakapan telepon Kamis malam di tengah-tengah hubungan ke dua negara mengalami ketegangan menyangkut Tibet, penjualan senjata AS kepada Taiwan dan sejumlah sengketa perdagangan, kata kementerian luar negeri China dalam sebuah pernyataan seperti dilaporkan AFP.

Hu mengemukakan kepada Obama bahwa ke dua pihak harus “saling menghormati kepentingan-kepentingan utama dan masalah-masalah besar dan menanganinya secara layak perbedaan-perbedaan, masalah-masalah yang rawan” dan melakukan usaha-usaha tanpa hentinya menuju pada hubungan yang positif dan kooperatif”.

Akan tetapi, tampaknya ia mengingatkan pemimpin AS itu menyangkut masalah-masalah Tibet dan Taiwan yang membuat Beijing benci, kata pernyataan yang disiarkan di laman internet kementerian itu.

“Hu menegaskan masalah-masalah Tibet dan Taiwan adalah urusan kedaulatan, integritas China dan kepentingan pokok China, dan menangani masalah-masalah ini adalah penting untuk menjamin perkembangan hubungan yang sehat dan stabil China-Amerika Serikat,” kata pernyataan itu. Obama dikecam China karena Januari lalu mengumumkan AS akan tetap melanjutkan paket penjualan senjata kepada Taiwan dan pertemuannya dengan Dalai Lama di Washington Februari lalu. [adm/almuhajirun]

Tidak ada komentar: