Jumat, April 23

Jihad Islam Larang Anggota Mereka Kenakan Pakaian Ala Al-Qaidah



Jihad Islam pada hari Rabu lalu (21/4) telah melarang para anggotanya untuk mengenakan pakaian tradisional ala al-Qaidah, dengan mengatakan bahwa warisan budaya Palestina lebih layak untuk dihormati dan dikenakan.

Pimpinan Brigade Al-Quds sayap militer Jihad Islam mengatakan: "Kami memutuskan untuk menyerukan kepada seluruh elemen gerakan di Jalur Gaza untuk tidak mengenakan pakaian ala Afganistan ataupun Pakistan dan hanya mengenakan seragam kamuflase militer atau baju tradisional Palestina."

Pimpinan lapangan Brigade Al-Quds menyatakan bahwa keputusan itu muncul setelah adanya kebingungan di masyarakat Palestina, dikarenakan adanya orang-orang yang mengenakan pakaian ala Pakistan ataupun Afghanistan, yang menunjukkan bahwa pemakainya memiliki ideologi al-Qaidah yang dipimpin oleh Usamah bin Ladin, lapor situs web "Arab News".

"Kebingungan dimasyarakat ini disebabkan adanya unsur-unsur baru di Gaza, dan kebingun itu hanya dalam model pakaian, namun kami telah menyebarkan resolusi kepada semua personel kami agar tidak memakai pakaian seperti itu," tambahnya.

Sementara itu, Khadir Habib Pemimpin Jihad Islam mengatakan: "Semua orang harus bangga dengan budaya dan warisan mereka," ia menambahkan: "Kita memiliki budaya sendiri dan kita sebagaimana bangsa Palestina harus bangga, dan Jihad Islam memiliki sejumlah besar operasi yang berkualitas yang dilakukan terhadap Israel, dan lebih baik kita mengenakan pakaian tradisional Palestina sendiri untuk berjihad."

Habib menambahkan, "Tidak perlu mengimpor budaya lain dari daerah lain ke wilayah Palestina, inti dari konflik disini adalah antara Zionis Israel yang di back up Amerika dengan bangsa Arab dan masyarakat Muslim."

Ia melanjutkan: "Kami di Jihad Islam sangat berbeda dari gerakan al-Qaidah dalam hal pemikiran, dan juga berbeda dari cara perlawanan dari yang dilakukan oleh Al-Qaidah di negara-negara lain. Kami juga tidak berjuang hanya untuk melawan Israel, yang menduduki tanah air kami, dan jika pendudukan terus berlanjut, perjuangan kami juga tidak akan berhenti melawan mereka."

Dan karakteristik puluhan anak muda Palestina di jalur Gaza yang berafiliasi dengan Al-Qaidah biasanya mengenakan pakaian ala Pakistan ataupun Afghanistan dengan topi khas berwarna hitam dikepala mereka, untuk menunjukkan bahwa mereka berbeda dengan kelompok Islam lain seperti Hamas maupun Jihad Islam. Ada 4 kelompok pejuang di Jalur Gaza yang berideologi mirip al-Qaidah, dan sebagian besar anggota dari kelompok-kelompok tersebut mengenakan pakaian ala Pakistan ataupun Afghan, mereka dikenal sebagai kelompok Salafy Jihadi Palestina yang saat ini tergabung dalam satu wadah bernama "Jaljalat". [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: