Kamis, April 1

Korban Sebrenica: Permintaan Maaf Tidak Berarti




Organisasi korban dan keluarga korban yang selamat dari pembantaian Sebrenica mengkritik langkah parlemen Serbia untuk berhenti menggunakan kata "pemusnahan etnis' terhadap tragedi bagi muslim Bosnia khususnya tahun 1995 lalu.

Pada hari Rabu, parlemen Serbia mengeluarkan resolusi yang mengutuk pembantaian itu dan meminta maaf kepada keluarga korban.

Organisasi korban tadi beranggapan apa yang dilakukan oleh parlemen Serbia tidak ada harganya dibanding pembataian masal yang dilakukan terhadap muslim Bosnia kala itu.

"Bagi kami itu tidak berarti apa-apa", Hajra Catic, kepala asosiasi korban Srebrenica, mengatakan pada Rabu.

Kelompok ini lebih lanjut mengatakan bahwa Mahkamah Internasional telah mennyebutkan kekejaman yang dilakukan terhadap muslim Bosnia adalah pembantaian masal.

Sebanyak 8.000 anak laki-laki dan laki-laki Muslim Bosnia dibantai di Srebrenica ketika pasukan Serbia berhasil menguasai kota yang dilindungi PBB pada tahun 1995.

Pertumpahan darah itu dianggap sebagai kekejaman terburuk di tanah Eropa sejak Perang Dunia II.

Pembunuhan masal itu telah dianggap sebagai pemusnahan etnis oleh dua pengadilan internasional, Pengadilan Kriminal Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) maupun Mahkamah Internasional.

Tidak ada komentar: