Senin, April 12

Obama Ketakutan Al-Qaidah Gunakan Senjata Nuklir




Presiden Barack Obama Senin pagi ini (12/4) mengatakan bahwa ada upaya kelompok jaringan al-Qaidah memperoleh senjata atom yang hal itu akan menimbulkan ancaman terbesar bagi keamanan global, dan pertemuan para pemimpin dunia minggu ini harus bertindak cepat terhadap urgensi untuk memerangi bahaya ini.

Obama, berbicara pada malam pertemuan puncak 47 negara, dan hal ini belum pernah terjadi sebelumnya Washington berkeinginan untuk menggagalkan terorisme nuklir, dirinya mengatakan bahwa ia memperkirakan adanya "kemajuan besar" pada konferensi ini ke arah sebuah tujuan bahwa seluruh dunia akan mengunci material nuklir mereka.

"Fokus utama dari KTT nuklir ini adalah fakta bahwa adanya ancaman tunggal terbesar terhadap keamanan AS - baik jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang - kemungkinan sebuah organisasi teroris memperoleh senjata nuklir," kata Obama kepada wartawan.

"Kita tahu bahwa organisasi-organisasi seperti al-Qaidah berada dalam proses berusaha untuk 'mengamankan' senjata nuklir - sebuah senjata pemusnah massal yang mereka tidak akan menyesal dalam menggunakannya," kata Obama sebelum pembicaraan dengan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma.

Para ahli Non-proliferasi nuklir mengatakan belum ada kasus yang mereka ketahui bahwa sebuah kelompok teroris berusaha memperoleh dan memperkaya uranium atau plutonium yang dapat digunakan untuk membuat bom nuklir, namun mereka mengakui dalam catatan kasar mereka ada 18 kasus terkait bahan pembuat nuklir telah dicuri atau hilang sejak awal 1990-an.

"Ini adalah sesuatu yang dapat mengubah lanskap keamanan negara ini dan di seluruh dunia selama bertahun-tahun mendatang," kata Obama, memberi peringatan dari konsekuensi potensial jika sebuah bom nuklir meledak. Tujuan Obama pada pertemuan puncak dua hari ini untuk mendapatkan persetujuan negara-negara dunia untuk mengamankan bahan baku nuklir yang rentan dalam waktu empat tahun dan mengambil langkah-langkah khusus untuk menindak penyelundupan nuklir. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: