Rabu, Mei 19

Media Israel: Miss America Terlibat Gerakan Teroris




Media Israel meluncurkan kampanye negatif terhadap Miss America yang masih keturunan Libanon Rima Fakih dengan mengaitkan dirinya dengan gerakan perlawanan Syi'ah Libanon Hizbullah dan mempublikasikan foto-foto Rima bersama dengan bendera Hizbullah.

Dalam artikel berjudul "Miss Amerika: Wanita Libanon yang terkait dengan terorisme", Maariv membeberkan laporan keterkaitan Rima Fakih dengan Hizbullah. Menurut Maariv, keluarga besar dari Rima banyak yang terlibat dalam gerakan Hizbullah, sebuah gerakan perlawanan Syi'ah yang dicap organisasi teroris oleh AS.

Menurut Maariv, dari laporan intelijen tercatat bahwa keluarga besar Rima adalah penganut Syi'ah radikal dan sangat mendukung gerakan Hizbullah pimpinan Hassan Nasrallah. Pihak intelijen menegaskan bahwa setidaknya tiga orang anggota keluarga Rima memegang posisi penting dalam gerakan Hizbullah, dan setidaknya delapan orang dari keluarga besarnya di Libanon adalah teroris serta tewas dalam perang melawan Israel pada masa lalu, tulis Maariv dalam situs mereka.

Surat kabar New York Post dan Yerusalem Post sebelumnya juga telah meminta penyelenggara acara Miss America untuk mengeliminasi peserta kontes yang terlibat atau mendukung aksi terorisme.

Pihak penyelenggara kontes telah memaparkan bahwa Rima Fakih meskipun keluarga besarnya berasal dari Libanon, namun keluarganya selama di Amerika penganut agama yang tidak jelas. Di mana mereka juga merayakan hari besar Islam dan hari besar keagamaan Kristen.

Keluarga Rima di Amerika bisa dibilang tidak berbeda jauh dengan warga AS lainnya, sama sekali sudah tidak nampak ciri-ciri keIslaman mereka. Bagi kita kaum muslimin, tentunya ga ngaruh apakah miss Amerika yang turunan Libanon itu terlibat atau tidak dengan gerakan 'teroris', dan sebelum dituduh terkait gerakan teroris oleh media Israel, Rima Fakih sejak berani membuang ke tong sampah rasa malunya dengan ikut kontes mengumbar aurat, ia telah layak menyandang predikat sebagai teroris, ya teroris, teroris akhlak. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: