Rabu, Mei 5

Turki Kembali Menampar Israel




Turki mengecam kebijakan arogan dan agresif rezim Zionis Israel di Timur Tengah dan mengatakan Ankara tidak akan tinggal diam melihat kekerasan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu Selasa kemarin (4/5), mengatakan bahwa Ankara tidak akan tinggal diam atas serangan Israel terhadap rakyat Palestina yang tidak berdosa.

"Jika Israel tetap menjalankan dan mengadopsi kebijakan arogan serta agresif, maka Turki akan merespon hal ini," kata Davutoglu dalam sebuah wawancara dengan harian Arab, Al-Hayat.

Davutoglu menuturkan, jika Tel Aviv memilih untuk mengikuti jalan perdamaian dan negosiasi, maka Ankara bersedia membantu untuk mewujudkan perdamaian tersebut.

"Yang penting bagi kami adalah motif dan bukan hubungan itu sendiri. Jika tujuannya adalah perdamaian, maka kita akan menjaga hubungan baik dengan pihak manapun," tambah pejabat Turki.

Ankara bertindak sebagai mediator dalam perundingan putaran pertama antara Suriah dan Israel pada tahun 2008. Namun negosiasi ini terhenti ketika Zionis melancarkan serangan brutal selama tiga minggu ke Jalur Gaza.

Hubungan antara Turki dan Israel juga memburuk setelah Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan tersebut dan terlibat perang mulut dengan Presiden Israel Shimon Peres.

Pada kesempatan itu, Davutoglu juga mendesak Israel untuk segera memulai perundingan damai tidak langsung dengan Suriah.

Israel baru-baru ini membuat tuduhan baru terhadap Suriah, menuduh Damaskus membantu gerakan Syiah Libanon Hizbullah dengan menyediakan rudal scud buat mereka. Suriah, dengan tegas membantah tuduhan itu, menggambarkan klaim Israel tersebut sebagai bagian dari upaya untuk memicu ketegangan di kawasan itu. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: