Rabu, Juni 16

Keraguan Meningkat Atas Perang AS di Afghanistan




Dukungan bagi kampanye militer AS di Afghanistan semakin terkikis, anggota parlemen senior AS mengekspresikan keprihatinan mereka atas berkembangnya situasi yang menyedihkan yang terjadi di sana.

"Saya pikir bahwa ada kekhawatiran yang signifikan tentang Afghanistan," kata Pemimpin anggota kubu Demokrat Steny Hoyer kepada wartawan hari Selasa kemarin (15/6).

Hoyer lebih lanjut mengatakan bahwa dia meyakini perang pimpinan Amerika itu, hampir selama satu dekade belum berjalan lancar seperti dan sesuai rencana yang telah dibuat.

"Kami baru saja mendengar bahwa di Kandahar banyak hal-hal yang tidak akan terselesaikan secepat yang kita harapkan," tambahnya, merujuk pada sebuah operasi militer besar yang akan berlangsung yang dilakukan oleh pasukan koalisi di kota Kandahar, Afghanistan selatan.

Komentar Hoyer ini mencerminkan meningkatnya penghinaan di antara Demokrat atas strategi di Afghanistan Presiden AS Barack Obama.

Para anggota parlemen AS, yang tetap mendukung rencana Obama di Afghanistan dan telah mengambil suara pada Maret lalu, sekarang berpendapat bahwa Washington tidak memainkan kemenangan perang di negara yang dilanda perang tersebut.

Suasana anti-perang muncul sewaktu Kongres AS mempersiapkan diri untuk mengambil RUU darurat perang atas pengeluaran dana untuk menutupi operasi di Afghanistan dan Irak.

RUU ini mungkin akan menghadapi resistensi menjelang pemilihan Kongres jangka menengah di Amerika Serikat. AS menyerang Afghanistan pada tahun 2001, dengan tujuan resmi membatasi gerak taliban dan membawa perdamaian dan stabilitas di negara yang dilanda perang itu. Namun sembilan tahun kemudian, Afghanistan tetap tidak stabil dan warga sipil tetap harus membayar harga mahal atas invasi AS di sana. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: