Rabu, Juni 2

MILF Mengutuk Keras Serangan Israel terhadap Kapal Bantuan Gaza




Manila  - Setiap individu tidak hanya umat Islam namun juga penganut paham lain yang masih memiliki hati nurani pasti akan mengutuk kebiadaban Israel yang menyerang konvoi kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza di perairan internasional sehingga menewaskan 19 orang aktivis kemanusiaan pro-Palestina. Kecaman keras datang dari seluruh belahan dunia tidak hanya dari Pemimpin negara yang masih bernurani, perorangan, namun juga dari organisasi-organisasi, termasuk organisasi perlawanan bersenjata seperti MILF di Philipina.

Kelompok pejuang Islam Moro terbesar di Philipina, MILF hari ini (Selasa-Red), telah mengeluarkan pernyataan mengutuk dengan keras apa yang mereka sebut sebagai serangan brutal oleh Israel terhadap konvoi bantuan kemanusiaan untuk Gaza yang menyebabkan 10 (media Israel menyebutkan 19) orang aktivis kemanusiaan pro-Palestina tewas.

Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang kini memiliki 12.000 pasukan mengatakan operasi Israel pada hari Senin merupakan "serangan ofensif terhadap (misi) kemanusiaan".

Ketua MILF Haji Murad Ebrahim membuat pernyataan tersebut atas nama MILF dan rakyat Bangsamoro selama wawancara telepon dengan luwaran.com.

"MILF mendukung seruan bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk bertindak tegas dalam menghadapi pembangkangan Israel terhadap hukum internasional," kata Haji Murad Ebrahim dalam pernyataan tersebut.

Pemimpin MILF Haji Murad Ebrahim juga meminta agar umat Islam di seluruh dunia untuk bersatu dalam mengutuk tindakan Israel dan mengimbau para pemimpin Dunia Islam untuk bergandengan tangan berdiri bersama dalam melawan ketidakadilan ini.

Murad mengatakan bahwa MILF juga merasakan rasa sakit dan penderitaan dari keluarga yang ditinggalkan oleh para aktivis yang dibunuh. "Tidak ada propaganda Israel yang dapat menutupi nasib tragis korban serangan di kapal armada bantuan kemanusiaan tersebut," tambahnya.

"Semoga Allah memberikan kekuatan dan ketabahan kepada para korban dan relawan dalam menghadapi tragedi ini," kata Ebrahim mengakhiri.

Demo mengutuk Israel juga dilakukan oleh kelompok aktivis berhaluan kiri. Puluhan aktivis berdemo di luar kedutaan Israel yang dijaga ketat polisi di distrik keuangan Makati Manila pada Rabu, dengan membawa spanduk mengkritik baik Israel maupun Amerika Serikat.

"Kami bergabung bersama seluruh dunia mengutuk dengan tegas pembantaian warga sipil Israel yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan untuk membawa bantuan ke Gaza," kata Renato Reyes, seorang pemimpin protes dan kepala kelompok aktivis berhaluan kiri.

"Negara teroris Israel telah kembali menunjukkan bahwa ia tidak mengakui hukum, tidak mengikuti norma-norma internasional ketika melakukan serangan brutal. [adm/voa-islam]

Tidak ada komentar: