Selasa, Juni 22

Sepuluh Prajurit Nato Tewas Dalam 24 Jam Di Afghanistan




KABUL
- Pasukan Internasional untuk Bantuan Pemulihan Keamanan di Afghanistan (ISAF) mengumukan tewasnya salah satu prajuritnya di Afghanistan, sehingga jumlah korban tewas di jajaran mereka mencapai sepuluh prajurit dalam waktu 24 jam.

Pasukan yang berada dibawah komando NATO tersebut melaporkan bahwa prajurit tersebut tewas di Afghanistan selatan, tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

Pihak ISAF kemarin mengumumkan tewasnya sembilan tentara, sebagian besar tentara Amerika, dalam insiden terpisah di Afghanistan.

Pihak NATO melaporkan bahwa empat tentara mereka yang tewas adalah tiga Australia dan satu Amerika dan tujuh lainnya terluka dalam kecelakaan helikopter militer di propinsi Kandahar.

Demikian juga dua tentara NATO - satu Amerika dan satu Kanada - tewas dalam dua ledakan terpisah di selatan Afghanistan yang merupakan kubu Taliban.

Dalam insiden lain, seorang tentara tewas dalam serangan menggunakan senjata ringan di Afghanistan selatan, sebagaimana tewas dua prajurit lainnya dalam ledakan sebuah bom pinggir jalan di Afghanistan timur, menurut laporan ISAF.

Juru bicara Nato mengkonfirmasikan bahwa ketiga prajurit tersebut berkewarganegaraan Amerika.

Di sisi lain seorang tentara Inggris tewas karena luka-lukanya yang serius sembilan hari lalu, sehingga jumlah korban pasukan Inggris di Afghanistan menjadi 300 prajurit sejak invasi tahun 2001.

Jumlah korban pasukan asing mencapai 284 sejak awal tahun ini, menurut statistik kantor berita Perancis.

Serangan pejuang Taliban sejak tahun 2005 mengalami ekspansi, dan berakhir setiap tahun dengan catatan jumlah korban baru dari penduduk sipil dan pasukan asing. [adm/voa-islam]

Tidak ada komentar: