Ayman : Kemenangan Segera Datang di Afghanistan dan Irak

08.56



Ayman al-Zawahiri, pemimpin nomor 2, al-Qaidah, menegaskan bahwa dia dan para pengikutnya segera mendapatkan kemenangan perang melawan penjajah AS di Afghanistan dan Iraq. Selanjutnya, sesudah kemenangannya atas AS di Afghanistan dan Irak, terus dilanjutkan perjuangan mereka membebaskan Jerusalem dari pendudukan Yahudi-Zionis Israel, melalui perang.

Sebuah audio yang direlisie oleh Media As-Sahab, yang menjadi underbow Al-Qaidah itu, diterima CNN, meskipun pernyataan Ayman itu belum dapt diverifikasi kebenarannya. Memang, tak lama AS, yang sudah bangkrut dan gagal perang akan hengkang dari Irak dan Afghanistan. AS sekarang menjadi miskin akibat krisis, yang salah satunya dipicu, karena terus membengkaknya biaya perang, sejak zamannya Presiden Bush.

Menurut rekeman As-Sahab itu, sekarang kelompok yang dituduh oleh media Barat, sebagai kelompok radikal Islam, sedang mempersiapkan diri menghadapi perang baru melawan Israel, pasca kekalahan AS di Irak dan Afghanistan. Kelompok pejuang Islam itu, ingin membebaskan wilayah atau negara-negara muslim yang sekarang masih diduduki dan dijajah oleh Barat. Kemenangan mereka di Irak dan Afghanistan, mereka akan melanjjutkan perjuangan mereka membebaskan Palestina, khususnya Jerusalem, dan mengusir penjajah dan perampok Zionis-Israel.

AS gagal menduduki Marjah, Helmand, yang menjadi benteng pertahanan Taliban, dan bahkan sekarang ini Karzai, terpaksa harus 'mengemis' kepada Taliban untuk keamanan kota Kabul. Serangan yang dilakukan pasukan koalisi yang dipimpin AS, ke Marjah dan Helmand, gagal total, dan sekarang kekuatan Taliban telah pulih kembali. Pengerahan 15.000 pasukan itu, tak dapat membekuk Taliban, bahkan kepala CIA di Afghanistan, tewas oleh seorang agent ganda dari Jordania yang meledakkan dirinya di markas CIA, yang terletak di Marjah. Kegagalan itu ditandai dengan dicopotnya Jendral Mc. Chrystal dengan David Petreaus, yang menghadapi saat-saat kritis di Afghistan. Sekarang berlangsung konferensi di Kabul, yang dihadiri para pemimpin dunia, tetapi tidak ada yakin Karzai dapat mengamankan negaranya. [adm/eramuslim]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »