Senin, Juli 5

Ulama Qatar Desak Turis Muslim Jauhi Negara-Negara Anti-Islam




QATAR  – Seorang cendekiawan Qatar memperingatkan para turis agar tidak bepergian ke negara-negara non-Muslim yang bersikap memusuhi Islam, mengatakan bahwa mempertimbangkan destinasi Muslim akan menjadi opsi yang lebih baik.

Dalam khotbah Jumatnya, Sheikh Mohamed bin Hassan al Mreikhi mengatakan bahwa kaum Muslim yang merencanakan liburan musim panas tidak boleh pergi ke negara-negara yang "terkenal akan sikap memusuhi mereka terhadap beberapa tradisi Islam."

"Kita sudah melihat contoh kasus di mana wanita Muslim dibunuh di negara-negara non-Muslim karena mengenakan cadar, sementara beberapa negara lainnya menahan pengunjung Muslim sebagai bagian dari perang mereka melawan teror. Beberapa orang meninggalkan keluarganya untuk bepergian sendirian ke negara-negara di mana mereka bisa menjadi subyek pelecehan dan dipermalukan," ujar Sheikh al Mreikhi di hadapan jamaah Masjid Omar bin Al Khattab di kota selatan Khalifa.

Sheikh al-Mreikhi mengkritik para orangtua yang mengijinkan anak laki-laki mereka bepergian sendiri pada libur musim panas, mengatakan bahwa mereka akan menjadi lebih rapuh terhadap apa yang disebutnya sebagai bahaya bepergian, termasuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau seks bebas.

"Bepergian bisa bermanfaat jika orang yang melakukan itu sedang mencari pengobatan, pendidikan, atau pengetahuan tentang sejarah, tapi itu bisa berbahaya jika dilakukan tanpa pengawasan," tambahnya.

Sang cendekiawan mendesak siapapun yang berencana menghabiskan libur musim panas di luar negeri untuk pergi ke destinasi Muslim, sebuah pilihan yang menurutnya akan lebih aman bagi pelancong Muslim dan bermanfaat bagi negara tuan rumah.

Sebelumnya, cendekiawan Islam Sheikh Yousuf al Qaradawi mendesak kaum Muslim di seluruh dunia menunjukkan dukungan bagi Turki untuk sikap beraninya melawan blokade Israel atas Gaza, dengan mengunjunginya sebagai tujuan wisata dan membeli barang-barang buatan Turki.

Sheikh Qaradawi, yang merupakan ketua Persatuan Cendekiawan Muslim, melontarkan seruan itu di tengah laporan bahwa sejumlah perusahaan wisata di Israel membatalkan rencana perjalanan ke Turki akibat menegangnya hubungan antara kedua negara atas serangan rezim zionis terhadap flotilla bantuan yang menuju Gaza bulan lalu.

Qaradawi merupakan salah satu dari para akademik, para intelektual dan cendikiawan Muslim terkemuka dari seluruh dunia telah menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Turki karena memberangkatkan warga negaranya untuk menentang blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Majelis umum ketiga dari Persatuan Cendikiawan Muslim Internasional (Internasional Union of Muslim Scholar – IUMS) diluncurkan di Pusat Kongres Cevahir Agung (Grand Cevahir Congress Center) di Istanbul. Dituanrumahi oleh Persatuan Organisasi Non Pemerintah Dunia Islam (Union of NGOs of the Islamic World – UNIW), para cendikiawan berterima kasih kepada masyarakat Turki dan pemerintahan Turki karena pendirian mereka atas blokade Gaza dan acara-acara setelah serangan Israel baru-baru ini atas Freedom Flotilla, pada malam pertama majelis tersebut. [adm/suaramedia]

Tidak ada komentar: