Kamis, Juli 22

Wakil PM Inggris: Perang di Irak Ilegal



Wakil Perdana Menteri Inggris Nick Clegg menggambarkan invasi ke Irak pada tahun 2003 sebagai sesuatu yang ilegal, hal itu disampaikannya pada hari Rabu kemarin (21/7), sehingga menempatkan pemerintah koalisi yang baru saat ini di bawah tekanan untuk menjelaskan posisinya terhadap perang tersebut.

Clegg yang juga pemimpin Liberal Demokrat mengatakan hal tersebut sewaktu dirinya berbicara di parlemen, pada saat Perdana Menteri David Cameron sedang melakukan kunjungannya ke Amerika Serikat.

Cameron sendiri, seperti kebanyakan anggota Partai Konservatif - mitra koalisi senior - mendukung keterlibatan Inggris dalam invasi pimpinan Amerika terhadap Irak di bawah pemerintahan Partai Buruh sebelumnya.

Juru bicara perdana menteri mengatakan bahwa pemimpin Liberal Demokrat Nick Clegg hanya mengungkapkan pandangannya bukan pernyataan resmi pemerintah Inggris. Juru bicara PM Inggris ini tidak bisa mengatakan apa posisi yang tepat koalisi tentang hal itu.

Para pengamat melihat, pernyataan Clegg itu dimaksudkan sebagai ejekan terhadap Jack Straw, yang menjadi sekretaris luar negeri selama invasi ke Irak.

"Saya senang untuk memperhitungkan segala sesuatu yang kita lakukan dalam pemerintah koalisi ini, pemerintah koalisi yang telah menghimpun dua pihak yang bekerja dalam kepentingan nasional untuk menyelesaikan kekacauan yang telah tinggalkan oleh pemerintah sebelumnya," kata Clegg.

"Mungkin suatu hari, dan mungkin kita harus menunggu memoirnya Straw, dia bisa menjelaskan perannya dalam keputusan paling buruk dari semua itu, yang mana invasi Irak adalah ilegal," tambahnya.

Juru bicara PM Inggris dalam konferensi pers sewaktu ditanya wartawan apakah pernyataan Clegg juga didukung oleh cameron, juru bicara itu mengatakan: "wakil perdana menteri berhak untuk mempunyai pandangan sendiri."

"Saya tidak percaya pemerintah koalisi memiliki pandangan tertentu mengenai legalitas perang Irak," tambahnya.

Inggris telah menarik sebagian besar pasukannya dari Irak tetapi 9.500 prajurit mereka masih berada di Afghanistan. Komentar Clegg datang menyusul adanya jajak pendapat dari YouGov untuk surat kabar The Sun yang menunjukkan dukungan untuk partainya turun menjadi 14 persen, terendah sejak Februari 2009. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: