Kamis, Agustus 12

Gubernur New York: Kelompok Islam Tolak Relokasi Masjid Ground Zero




Gubernur kota New York, David Paterson Rabu kemarin (11/8) mengatakan bahwa pihak pengembang sebuah pusat kebudayaan Islam yang akan mencakup sebuah masjid dekat ground zero telah menolak tawarannya untuk membantu mereka menemukan lokasi lain dari pembangunan gedung tersebut.

Paterson mengatakan kelompok yang berencana membangun Islamic Center tampaknya ingin tetap dengan rencana saat ini dengan membangun dekat lokasi serangan 11 September 2001.

"Saya pikir mereka ingin tinggal dimana mereka ingin tinggal, dan saya pasti menghormati itu dan saya pasti menghormati mereka," kata Paterson setelah kelompok berbicara dengan salah satu anggota stafnya.

Masjid, akan dibangun dua blok dari lokasi ground zero, akan menjadi bagian dari Islamic Center dan pusat kebudayaan dengan nilai 100 juta dolar. Dan ini adalah proyek dari Cordoba Initiative, sebuah kelompok advokasi yang mempromosikan hubungan baik antara Islam dan Barat.

Para pengecam pembangunan masjid curiga terhadap siapa yang akan membiayai proyek tersebut, dan sampai saat ini pengembang belum merilis sumber modal mereka. Para penentang juga mengatakan agama yang memicu kebencian yang dianut para teroris tidak harus ditampilkan begitu dekat dengan lokasi ground zero.

Rabu kemarin, Paterson juga menjelaskan beberapa penentang proyek yang ia sebut "nyaring" dalam bersuara dengan mengatakan bahwa mereka bertindak keluar dari kepentingan motif politik pribadi.

Tapi kebanyakan, katanya, menghargai Konstitusi menjamin kebebasan beragama namun masih ada perasaan "geram" oleh rasa sakit setelah serangan teroris di World Trade Center.

Walikota New York Michael Bloomberg, yang mendampingi Paterson, membela proyek pembangunan Islamic Center ini. "Saya selalu percaya bahwa pemerintah seharusnya tidak terlibat dalam memutuskan kepada siapa Anda berdoa, apa yang Anda katakan atau di mana Anda mengatakannya," kata Bloomberg. [adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: