Senin, September 13

Astaghfirullah, Usai Perobekan, Terjadi Pembakaran Alquran di Nashville



Di Nashville, negara bagian Tennessee Amerika, terjadi pembakaran Qur'an Sabtu (11/9) lalu. Dua penginjil evangelis menuang minyak dan membakar kitab suci umat Islam tersebut. Salah satu dari mereka, pengkhotbah Bob Old menyebut Islam agama palsu. Polisi tidak mengeluarkan perintah penahanan atas mereka.

Sebelumnya, sekelompok kristen konservatif Amerika melancarkan aksi merobek al-Quran di depan Gedung Putih. Satu-satunya alasan mengapa mereka tidak membakar al-Quran karena di tempat itu tak diizinkan menyalakan api, kata salah seorang dari enam aktivis kelompok itu.

Menurut mereka, serangan 11 September 2001 itu dilakukan berdasarkan al-Quran. Kelompok itu ingin mengakhiri "cerita bahwa Islam adalah agama yang cinta damai". Polisi mencatat nama para aktivis namun tidak melakukan tindakan. Kelompok tersebut sengaja memasukkan potongan al-Quran ke kantung plastik "untuk tidak meninggalkan sampah".

Sementara di Gainesville Florida, yang beberapa hari lalu menjadi terkenal akibat seruan seorang pengkhotbah konservatif Terry Jones yang menetapkan 11 September sebagai Hari Bakar Qur'an Massal, tidak terjadi apapun.

Polisi dikerahkan untuk menjaga kawasan terutama di gereja Terry Jones. Jones sudah mengatakan menyusul permintaan pemerintah Amerika, tidak jadi menjalankan rencananya membakar 200 Qur'an. [adm/republika]

Tidak ada komentar: