Senin, September 13

Lebaran Di Kashmir: Protes Terhadap India




Puluhan ribu umat Muslim berbaris di kota utama Kashmir pada hari Sabtu (11/9), menuntut kebebasan dan kemerdekaan.

Polisi menembakkan gas air mata dan amunisi ke udara untuk membubarkan kerumunan di Srinagar, jantung perjuangan melawan pendudukan New Delhi di daerah itu selama 20 tahun.

Rakyat Muslim Kashmir sudah melakukan protes selama tiga bulan belakangan ini dan terhitung 70 orang telah tewas.

Setelah salat Idul Fitri, puluhan ribuan orang tumpah ke jalan-jalan dari masjid di Srinagar, melambai-lambaikan bendera Islam hijau dan nyanyian "Tidak ada Tuhan selain Allah" dan "Go India, kembalilah ke (negaramu). "

Demonstrasi dipimpin oleh seorang pemimpin senior di kawasan itu, Mirwaiz Umar Farooq.

India dillaporkan telah menangkap seorang pemimpin terkemuka Kashmir, Ketua Konferensi Hurriyat, Syed Ali Shah Geelani pada hari Rabu, setelah diketahui bahwa Syed akan memberikan khutbah Idul Fitri di Hazratbal.

Ratusan truk dan bus membawa orang, banyak dari mereka duduk di atap dan menggantung keluar dari jendela. Protes itu sendiri terjadi sesaat setelah salat Idul Fitri.

Pembunuhan warga sipil telah memicu kemarahan di Kashmir.

Pasukan keamanan India dituduh telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pemerkosaan dan pembunuhan di luar hukum. Pihak berwenang menyangkal setiap pelanggaran sistematis dan mengatakan semua laporan diselidiki dan yang bersalah akan dihukum.[adm/eramuslim]

Tidak ada komentar: