Selasa, Oktober 5

AQIM Rilis Rekaman Para Sandera Asal Perancis


NIGER - Sebuah rekaman dirilis Kamis lalu di sebuah forum jihad menampilkan gambar pertama dari sekelompok sandera, termasuk lima warga negara Perancis yang disandera dua pekan lalu di Niger oleh salah satu cabang Al Qoidah dan dibawa ke padang pasir.

Rekaman berdurasi empat menit tersebut menunjukkan gambar diam para sandera duduk bersila di pasir dengan latar belakan bukit landai di belakang mereka. Para pejabat Perancis percaya tujuh sandera itu saat ini berada di negara Afrika Barat yang berbatasan dengan Mali.


Para sandera itu "diciduk" pada tengah malam 16 September dari vila mereka yang dijaga di kota pertambangan uranium di Arlit, Niger dimana mereka bekerja untuk raksasa nuklir Perancis Areva.

Rekaman itu berisi gambar diam disertai audio suara. Berdiri di belakang para sandera para lelaki mengacungkan senjata otomatis dengan wajah ditutupi sorban jenis khas dari Tuareg. Tuareg adalah orang-orang yang hidup nomaden di gurun Sahara.

Dalam rekaman itu para sandera ditanya tentang umur mereka, nama dan status perkawinan.

Lima dari sandera adalah warga negara Perancis, dua lainnya berasal dari Togo dan Madagaskar. Mereka juga ditanya apakah mereka tahu siapa penculik mereka, dan mengakui para penculik adalah anggota Al Qoidah di Maghreb Islam atau AQIM.

Serangan di komplek Areva di Niger adalah serangan dari Al Qoidah yang paling berani terkini. Para lelaki bersenjata berat berhasil melewati barisan keamanan kota yang mencakup 350 pasukan Niger serta 150 petugas kemanan yang disewa Areva.

Rekaman ini dirilis oleh sayap media AQIM yaitu al Andalus Media, mereka menjelaskan bahwa penculikan ini dalam "konteks pembalasan." Merujuk pada serangan yang dilakukan Perancis-Mauritania terhadap basis AQIM di Mali pada awal musim panas ini yang menewaskan enam anggota Al Qoidah.

Segera setelah serangan di bulan Juli itu, AQIM mengumumkan bahwa mereka langsung membunuh sandera asal Perancis Michel Germaneau yang mereka culik di Niger pada bulan April sebelumnya.

Jaringan Al Qoidah di Afrika ini telah "menginvasi" petak besar wilayah gurun yang membentang bagian Mauritania, Mali, Niger dan Aljazair. Para ahli mengatakan kelompok ini telah membuat terobosan dengan menciptakan aliansi strategis dengan kelompok-kelompok pendukung mereka yang mendiami daerah-daerah gurun terpencil - seperti Tuareg yang telah mengangkat senjata melawan pemerintah Mali dan Nigeria atas klaim mereka setelah mereka menyatakan mereka sebagai rakyat tidak menerima bagian yang dari "keuntungan sumber daya negara dari pertambangan uranium di Niger." [adm/muslimdaily]

Tidak ada komentar: