Senin, Februari 28

Buku Baru Wilders, Islam Bukanlah Agama



AMSTERDAM
– Anggota parlemen populis Geert Wilders sedang menulis sebuah buku tentang sejarah Islam yang berargumen bahwa Islam bukan agama melainkan ideologi.

Buku tersebut, yang awalnya akan diterbitkan di paruh pertama tahun 2011, sekarang akan muncul di paruh kedua tahun ini.

Inisiatif untuk buku itu, ujar Wilder, berasal dari AS, di mana buku tersebut akan dirilis pertama kali dan kemudian baru disusul oleh terjemahan bahasa Belandanya.

“Buku ini ditujukan terutama untuk pasar Amerika dan fokus pada cara memberantas penyebaran Islam di tingkat global. Kita bisa berbuat banyak di Belanda, tapi kita ingin mengirimkan sinyal internasional yang kuat ke dunia Arab bahwa sebuah pihak di pusat kekuasaan di negara ini tengah melawan,” ujar Wilders.

Wilders juga mengungkapkan bahwa dia tengah menggarap kelanjutan film pendeknya, Fitna, tapi belum bisa mengatakan kapan akan selesai.

Terkait kerusuhan di dunia Arab, politisi ektrim kanan itu mengklaim bahwa demokrasi tidak akan menguasai Maghreb dan Timur Tengah kecuali rakyat berpaling dari Islam.

Dia memperingatkan bahwa segalanya bisa berubah arah dan masa depan bisa menyaksikan rezim yang lebih buruk daripada Presiden Mesir Hosni Mubarak dan Presiden Tunisia Zine al Abidine Ben Ali atau Kolonel Moammar Gaddafi dari Libya.

Partai Kebebasan Wilders memiliki cakupan luas ambisi. “Prioritas utama kami adalah untuk meluncurkan Aliansi Kebebasan Internasional, yang bermuara pada platform melawan Islam. Itu akan menjadi besar.”

Buku tersebut akan menjadi karya Wilders yang kedua, setelah penerbitan otobiografi singkatnya di tahun 2005 berjudul Kies voor vrijheid (Memilih Kebebasan).

Partai Kebebasan (PVV) Wilders hanya mencalonkan diri di dua kota untuk pemilihan lokal tahun 2010, untuk pemilihan legislatif tahun ini Wilders berencana akan habis-habisan.

Dengan memutuskan untuk mencalonkan diri hanya di dua kota, Den Haag dan Almere, dalam pemilihan lokal bulan Maret 2010, Wilders memilih keamanan maksimum dan risiko minimal. Untuk tahun 2011, Wilders ingin mengeluarkan biaya untuk kemenangannya dalam jajak pendapat, meningkatkan tiga kali lipat perolehan sembilan kursi PVV di parlemen Belanda.

Tujuan kedua untuk pemilihan bulan Maret mendatang adalah dewan provinsi. Ini penting karena 75 anggota kamar atas parlemen Belanda terpilih melalui pemerintah provinsi. “Kami ingin mempersiapkan diri untuk berkuasa dan agar dapat berkuasa kau perlu berada di kamar atas juga,” ujar Wilders. [adm/suaramedia]

Tidak ada komentar: